Tampilkan postingan dengan label 5 Sate Paling Legendaris & TerPopuler di malang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 5 Sate Paling Legendaris & TerPopuler di malang. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 September 2019



            7 Sate Paling Legendaris & Terpopuler di Malang


1. Sate H. Paino – 1973

Sate H. Paino – 1973
Sate H. Paino – 1973


          Jika ditanya sate kambing mana yang paling terkenal di Malang? mungkin banyak orang yang akan menyebut Sate Bunul H. Paino sebagai salah satu yang paling terkenal di Malang. Hal itu mungkin dipicu oleh beberapa hal, selain karena memang pernah memasang iklan di papan pada pertandingan Arema, rasa lezat dan sejarah dari warung sate yang satu ini membuatnya sangat dicintai masyarakat Malang.
Sate Bunul Haji Paino ini sudah berdiri sejak tahun 1973 dan pada saat itu berlokasi di perempatan jalan JA Suprapto dan jalan Kaliurang. Pada saat itu, Haji Paino masih berjualan menggunakan gerobaknya bersama dua orang kerabatnya. Walaupun menggunakan gerobak dan di pinggir jalan, usahanya tersebut cukup laris, terbukti dari omzet hariannya yang bisa mencapai 300 tusuk sate.

Usaha sate kambing Paino semakin maju ketika pada tahun 1977 dua pindah ke sebelah timur pasar Bunul yang ditempatinya hingga sekarang. Kemajuan yang terjadi ini membuat warung ini menjadi semakin terkenal dan terus berkembang menjadi salah satu warung sate kambing yang cukup terkenal di Malang.

2. Rumah Makan Cairo – 1953

Rumah Makan Cairo – 1953
Rumah Makan Cairo – 1953
Rumah Makan Cairo menyajikan berbagai olahan daging kambing, mulai dari sate, gule, nasi kebuli sampai krengsengan. Selain itu, terdapat juga menu tambahan lain seperti roti maryam dan martabak.
Rumah makan ini telah dikenal sejak tahun 1953. Berlokasi di Jalan Kapten Tendean 1, olahan daging kambingnya banyak disukai karena memiliki tekstur yang lembut, rasanya gurih dan tidak bau apek. Jika berada di sini, jangan lupa memesan susu kambing Etawa yang konon baik untuk kesehatan. Rumah Makan Cairo buka setiap hari mulai pukul 8 pagi sampai 10 malam.

3. Sate Gebug – 1920

 Sate Gebug – 1920
 Sate Gebug – 1920
        Sate Gebug ini telah ada sejak 1920 dan pertama kali dibuka di Malang dan tidak pernah pindah lokasi hingga saat ini.
Apa yang membuat Sate Gebug ini unik dan berbeda dari lainnya? Yang paling berbeda adalah cara memasaknya. Daging yang digunakan di sini adalah daging sapi yang di-gebug alias dipukul-pukul sampai lunak dan tanpa terputus sebelum dibakar dan diberi bumbu kecap dan rempah. Cukup mirip dengan masakan Sate Komoh Daging Sapi, perbedaannya adalah proses di-gebug sebelum dibakar yang membuat satenya lebih empuk. Setelah matang, Sate Gebug disajikan bersama nasi hangat, untuk bumbunya bukan bumbu kacang, tapi menggunakan bumbu kecap yang agak pedas.


4. Sate Pak Sabar

Sate Pak Sabar
Sate Pak Sabar
       Salah satu tempat yang menyediakan sate ayam dan kambing Madura di Kota Malang adalah Warung Super Madura Pak Sabar. Warung sate yang laris ini menyediakan sate ayam, sate kambing dan juga gule kambing yang enak dan harganya juga cukup bersahabat bahkan untuk anak kuliahan.
Warung sate madura Pak Sabar yang berlokasi di Jalan Bandung Kota Malang ini sudah ada di kota Malang sejak belasan tahun lalu. Dimulai dari sebuah gerobak yang berkeliling, hingga menjadi permanen di ujung Jalan Bandung saat ini. Penggemar Sate Madura Pak Sabar ini sudah sangat banyak sehingga tidaklah mengherankan jika pengunjung Warung Sate Madura Pak Sabar ini selalu penuh. Apalagi di akhir pekan dan hari libur.

5. Sate Kambing Bang Saleh Tongan – 1970

Sate Kambing Bang Saleh Tongan – 1970
Sate Kambing Bang Saleh Tongan – 1970

         Warung Sate & Gule Kambing Bang Saleh yang terletak di jalan Ade Irma Suryani ini memang cukup melegenda di kota Malang. Berdiri sejak tahun 1970-an, kelezatan dagingnya yang empuk dan anti amis, serta bumbunya yang khas, membuatnya namanya membahana seantero Malang.
Warung ini memang terbilang sederhana. Teras depan warung, khusus digunakan untuk membakar sate. Bagian dalam warung pun tak luas, hanya beberapa deretan meja dan bangku di samping kiri dan kanan ruangan. Sedangkan bagian belakang warung difungsikan sebagai dapur. Tepat di depan dapur, terdapat meja kasir yang siap melayani pelanggan yang telah selesai menyantap makanannya.